Aug 11, 2009

PENGARUH PROFIT MARGIN, TOTAL ASSET TURN OVER, EQUITY MULTIPLIER DAN PLOWBACK RASIO TERHADAP SUSTAINABLE GROWTH RATE PERUSAHAAN LQ45 YANG TERDAFTAR

ABSTRAK

Muhammad Syukron, 2009. “Pengaruh Profit Margin, Total Asset Turn Over, Equity Multiplier dan Plowback Rasio Terhadap Sustainable Growth Rate Perusahaan LQ45 Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia 2003-2008”. Sarjana Ekonomi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Semarang. 120 halaman.

Kata Kunci : Profit Margin, Total Asset Turn Over, Equity Multiplier, Plowback Rasio, Sustainable Growth Rate dan LQ 45
Keberlangsungan usaha merupakan salah satu tujuan perusahaan disamping memperoleh laba demi kemakmuran pemilik perusahaan oleh karena itu setiap perusahaan cenderung ingin bertumbuh untuk menjadi lebih besar. Pengaturan pertumbuhan membutuhkan keseimbangan yang sesuai antara tujuan penjualan perusahaan,efisiensi operasi dan sumber pendanaan keuangan. Sustainable growth rate (SGR) atau tingkat pertumbuhan berkesinambungan merupakan alat perencanaan yang efektif dalam mengatur tingkat pertumbuhan perusahaan. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah apakah rasio keuangan profit margin (PM), total asset turn over (TATO), equity multiplier (EM) dan plowback ratio (PR) berpengaruh positif terhadap sustainable growth rate (SGR) perusahaan LQ 45 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia 2003-2008 baik secara parsial maupun simultan.
Penelitian ini adalah penelitian kasus dengan objek penelitian laporan keuangan pada perusahaan perusahaan yang terdaftar di BEI dan termasuk kedalam Indeks LQ 45 antara periode 2003-2008. Populasi penelitian ini adalah perusahaan yang tercatat pada indek lq 45 pada tahun 2003-2008. Sampel penelitian diambil dengan teknik purposive sampling, yaitu berjumlah 11 perusahaan. Variabel independen dalam penelitian ini adalah PM, TATO, EM,dan PR, sedangkan variabel dependennya adalah sustainable growth rate (SGR). Metode pengumpulan data dilakukan dengan metode dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisis dengan teknik deskriptif dan verifikatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan rasio keuangan PM,TATO,EM,dan PR, berpengaruh positif terhadap sustainable growth rate (SGR). Secara parsial hanya rasio PM,TATO dan PR yang mempunyai pengaruh positif terhadap sustainable growth rate (SGR), sedangkan EM tidak mempunyai pengaruh terhadap sustainable growth rate (SGR). Secara bersama-sama rasio PM,TATO,EM,dan PR memberikan sumbangan terhadap variabel terikat sebesar 75,5% sedangkan sisanya 24,5% dipengaruhi oleh faktor lain di luar model. Sedangkan sumbangan variabel bebas terhadap variabel terikat secara parsial yaitu PM memberi sumbangan sebesar 50,83%, dengan thitung (7,198) > ttabel (2,00) sehingga PM berpengaruh positif terhadap sustainable growth rate (SGR). TATO memberi sumbangan sebesar 21,90%, dengan thitung (3,747) < ttabel (2,00) sehingga TATO berpengaruh positif terhadap sustainable growth rate (SGR), sedangkan EM memberi sumbangan sebesar 1,29%, dengan thitung (0,809) < ttabel (2,00) sehingga EM tidak berpengaruh terhadap sustainable growth rate (SGR). PR memberi sumbangan sebesar 74,64%, dengan thitung (12,110) > ttabel (2,00) sehingga PR berpengaruh positif terhadap sustainable growth rate (SGR)
Berdasarkan hasil penelitian di atas, dapat disimpulkan bahwa PM, TATO, EM, dan PR secara bersama-sama mempunyai pengaruh berpengaruh positif terhadap sustainable growth rate (SGR) perusahaan LQ 45 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia 2003-2008. Dari ketiga rasio tersebut, secara parsial rasio PM, TATO dan PR yang berpengaruh positif terhadap sustainable growth rate (SGR). Sedangkan rasio EM tidak mempunyai pengaruh terhadap sustainable growth rate (SGR), hal ini dikarenakan tidak dipertimbangkannya sektor industri dari perusahaan, sehingga terjadi gap EM diantara perusahaan sampel. Hal tersebut menunjukkan bahwa sustainable growth rate lebih banyak dipengaruhi oleh rasio profit margin yang mewakili tingkat efisiensi operasi, rasio total asset turn over yang menunjukan tingkat efisiensi penggunaan aktiva dan plowback ratio yang menunjukkan kebijakan deviden yang di ambil perusahaan. Perusahaan harus selalu menjaga kestabilan rasio keuangan agar mampu mencapai tingkat pertumbuhan yang berkelanjutan dan perlu adanya penelitian lanjutan yang terkait dengan sustainable growth rate, dengan mempertimbangkan periode penelitian, sektor industri, dan rasio keuangan yang digunakan sebagai variabel penelitian

Reactions:

0 comments:

Post a Comment