Oct 12, 2010

Jejaring sosial untuk tangani insomnia

Penyakit sulit tidur atau insomnia segera akan mendapat bantuan melalui situs jejaring sosial.
Para peneliti mencari kemungkinan jika jejaring sosial seperti Twitter dan Facebook dapat meningkatkan perawatan bagi penderita insomnia, depresi, dan kegelisahan.
Ketika semua itu telah disiapkan dalam sistem komputer, pasien biasanya menggunakan sistem dengan terisolasi.
Akses secara rutin terhadap rekan-rekan, keluarga, dan terapis dapat memperpanjang manfaat dari pengaruh dari perawatan.
Banyak orang menderita insomnia dalam masa pemulihan mereka dibantu dengan penggunaan terapi perilaku kognitif atau CBT yang mereka pelajari untuk menghindari pola aktivitas dan menganggap mereka kurang tidur.

Bantuan komputer

Cara orang berinteraksi dengan komputer hari ini tidak dengan duduk di ruangan sendirian dan melihat monitor.
Dr Shaun Lawson
Sejumlah terapis menggunakan pelatihan yang berbasis komputer sebagai langkah untuk mencocokan pembelajaran mengenai pola perilaku positif.
Dr Shaun Lawson, pemimpin proyek penelitian itu dari Lincoln University mengatakan paket CBT yang berbasis komputer tidak bisa mengikuti perubahan cara orang dalam menggunakan komputer.
"Cara orang berinteraksi dengan komputer hari ini tidak dengan duduk di ruangan sendirian dan melihat monitor," kata dia. "Sekarang orang menggunakan komputer untuk berhubungan dengan yang lain."
Faktanya, kata Dr. Lawson, peningkatan pengguna jejaring sosial dapat merupakan pedoman yang baik untuk membangun sistem CBT yang berbasis komputer.
"Cara orang untuk menggunakan jejaring sosial, berapa kali mereka melakukan itu dalam satu hari, sangat mirip dengan cara yang kita inginkan dari orang yang berinteraksi dengan perawatan CBT," kata dia.
Sebagai ganti, sesi pertemuan yang panjang sekali dalam seminggu, dalam jejaring sosial, orang berinteraksi dengan basis yang lebih tetap. Sebagian mereka kembali datang beberapa kali sehari dan sebagian besar mengecek beberapa kali dalam sepekan.

Permainan

Twitter
Orang menggunakan komputer untuk berhubungan dengan orang lain.
Langkah awal dari proyek studi ini akan mempelajari jejaring sosial untuk memetakan pola aktivitas ini. Banyak aspek dari perilaku yang dapat membuktikan manfaat terhadap proyek ini, kata Dr. Lawson.
"Yang menarik dari jejaring sosial adalah orang seperti mendekatkan diri," kata dia. Orang secara rutin menyampaikan bagaimana perasaan mereka melalui Tweets atau memperbaharui status mereka dengan cara yang mungkin janggal atau tidak pantas dilakukan dalam percakapan normal.
Fokus dari penelitian ini adalah orang yang menderita insomnia karena masalah psikologis dan CBT yang berbasis PC telah menunjukan membantu memperbaiki kondisi itu.
"Insomnia merupakan kondisi yang terpisah," kata dia, berbeda dengan depresi dan kegelisahan yang bisa jadi merupakan kasus yang kompleks.
Ketika mempelajari jejaring sosial, kata dia, perhatian akan membuat games berhasil di jejaring sosial, seperti FarmVille dan mengapa hal itu memicu loyalitas dari pemainnya.
"Pertanyaan terbesarnya mengapa banyak orang memainkan itu?" kata dia. "Itu yang tidak begitu dimengerti."
Alasan penelitian mengapa permainan games dapat membantu peneliti untuk merancang alat terapi dengan mengunakan sosial media, kata Dr. Lawson.
Sejumlah mekanisme yang digunakan dalam permainan itu, yang melibatkan emosi seseorang dan dapat membuat mereka kembali untuk terus memainkan games itu yang menarik, menurut para peneliti.
"Pemikiran itu yang menarik bagi kami," kata dia. "Dapatkah kami membuat tipe game FarmVille yang cocok dengan prinsip CBT?"

Reactions:

0 comments:

Post a Comment