Feb 16, 2010

Dibalik Rokok rendah nikotin


Sekitar 90% perokok tahu bahwa merokok buruk untuk kesehatan mereka dan sekitar 60% perokok ingin berhenti namun tidak bisa. Setiap minggu, dokter umum akan mendengar pecandu rokok berkata ,” Lihat, Dok, saya baru saja berhenti merokok. Saya mulai mengisap rokok rendah nikotin.” Perokok malang ini menjadi korban mitos bahwa nikotin hanya memasukkan nikotin ke dalam tubuh mereka.

Nikotin adalah zat yang membuat kecanduan. Sesungguhnya, nikotin sangat membuat kecanduan. Pertimbangkan para perokok yang diambil pita suaranya akibat penyakit yang berhubungan dengan rokok. Ini adalah operasi mahal. Dan, 40% perokok ini akan mulai merokok lagi, segera setelah mereka pulih dari operasi.

Perusahaan rook dapat saja memproduksi rokok tanpa nikotin- namun mereka tidak mau karena tidak akan yang mau membeli rokok mereka. Sebatang rokok adalah alat yang efisien untuk menjadi kecanduan. Rokok mengirimkan ke otak sejumlah nikotin yang diperlukan untuk memastikan kecanduan yang berlanjut dalam jangka waktu 11 detik penghirupan asapnya. Jika anda ingin membuat seseorang kecanduan, anda memerlukan waktu singkat antara ketika mereka mengisap rokok dan ketika mereka merasakan hasilnya (nikotin di otak mereka). Mengisap rokok dari sebatang rokok sebanding dengan harganya. Rata rata perokok memiliki 40 mili gram di dalam setiap mili liter darah.

Nikotin dapat menimbulkan efek yang berlawanan, tergantung dosisnya. Pada dosis rendah, nikotin merangsang pikiran anda dan meningkatkan detak jantung serta tekanan darah. Pada dosis tinggi, nikotin akan menenangkan dan menurunkan detak jantung. Para perokok sering kali tidak sadar menyesuaikan seberapa keras dan seberapa sering mereka menghisap, untuk mendapatkan dosis rendah atau tinggi.

Apakah perokok rendah nikotin memang memberikan tingkat nikotin yang rendah ? Ya, namun hanya ketika di uji di mesin rokok. Bagaimanapun juga, ketika menhisap rokok rendah nikotin, mereka memperoleh nikotin sebanyak yang mereka peroleh dari rokok dengan jumlah nikotin yang biasa.

Para perokok perlu merasakan nikotin bekerja, jadi ketika mereka menghisap rokok rendah nikotin, mereka menghisap lebih kuat dan lebih sering untuk mendapatkan dosis yang sama. Sayangnya, ketika anda menghisap rokok yang menyala secara lebih kuat. Anda juga menghisap lebih banyak karbon monoksida. Hal ini akan memaksa tubuh anda membentuk lebih banyak hemoglobin, yang akan membuat darah anda lebih kental yang meningkatkan resiko anda terserang stroke. Jadi, sebenarnya lebih berbahaya memperoleh dosis nikotin yang biasa dengan menghisap rokok rendan nikotin.

(Di samping itu, jika seorang yang biasanya menghisap rokok dengan kadar nikotin medium mencoba rokok dengna kadar nikotin tinggi, mereka akan menghisap rokok tidak terlalu dalam, sehingga mereka tetap mendapatkan kadar nikotin yang biasa.)

Perusahaan rokok senang memperoduksi rokok rendah nikotin. Tahun 1978, Imperial Tobacco Ltd menulis di dalam dokumen internal mereka: “ … kehadiran rokok rendah tar telah menahan beberapa perokok potensial untuk berhenti merokok karena menawarkan alternative bagi mereka … “.

Jadi rokok rendah nikotin bukan hanya memberikan lebih sedikit nikotin, dan memberikan anda karbon monoksida, tapi juga menjebak anda dalam rasa aman yang palsu.


Reactions:

0 comments:

Post a Comment