Aug 28, 2009

PENGGUNAAN DAN KETERBATASAN ANALISIS RASIO DALAM ANALISIS LAPORAN KEUANGAN

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar belakang

Secara periodik, perusahaan selalu mengeluarkan laporan keuangan yang dibuat oleh bagian akunting dan diberikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan, misalnya pemerintah, kreditor, pemilik perusahaan dan pihak manajemen sendiri. Laporan keuangan adalah laporan yang berisikan mengenai informasi kinerja keuangan selama periode tertentu. Informasi tersebut digunakan oleh pihak intern dan pihak ekstern perusahaan. Bagi pihak intern, laporan keuangan berguna untuk menilai kinerja keuangan perusahaan selama satu periode pencatatan yang kemudian dijadikan dasar dalam pengambilan keputusan. Keputusan ini mencakup, misalnya, keputusan untuk menahan atau menjual investasi mereka dalam perusahaan atau keputusan untuk mengangkat kembali atau mengganti manajemen.

Sedangkan bagi pihak ekstern, laporan keuangan digunakan salah satunya sebagai dasar pemberian kredit pinjaman modal untuk perusahaan. Laporan keuangan dapat dibuat secara mingguan, bulanan, triwulanan atau tahunan. Perusahaan yang baik, minimal akan membuat laporan keuangan minimal secara bulanan.

Menurut Standar Akuntansi Keuangan yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia, tujuan laporan keuangan adalah meyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja, serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan. Laporan keuangan yang disusun untuk tujuan ini memenuhi kebutuhan bersama sebagian besar pemakai. Namun demikian, laporan keuangan tidak menyediakan semua informasi yang mungkin dibutuhkan pemakai dalam mengambil keputusan ekonomi karena secara umum menggambarkan pengaruh keuangan dan kejadian masa lalu, dan tidak diwajibkan untuk menyediakan informasi nonkeuangan.

Komponen laporan keuangan meliputi Neraca (Balance Sheet), Laporan Laba/ Rugi (Income Statement), Laporan Perubahan Modal (Statement of Changes of Equity), Laporan Arus Kas (Statement of Cash Flow), dan Catatan Atas Laporan Keuangan (Notes of Financial Statement).

Selanjutnya, pihak-pihak tersebut akan melakukan pengolahan data dengan melakukan perhitungan lebih lanjut untuk mengetahui apakah perusahaan telah mencapai standar kinerja yang dipersyaratkan atau belum. Biasanya alat yang digunakan untuk mengukur standar pencapaian kinerja perusahaan adalah rasio keuangan. Tentu saja rasio keuangan yang digunakan sesuai dengan kebutuhan masing- masing pihak tersebut.

BAB II

LAPORAN KEUANGAN

B. LAPORAN KEUANGAN

Analisa laporan keuangan merupakan suatu proses analisis terhadap laporan keuangan dengan tujuan untuk memberikan tambahan informasi kepada para pemakai laporan keuangan untuk pengambilan keputusan ekonomi, sehingga kualitas keputusan yang diambil akan menjadi lebih baik.

A.1.1. PEMAKAI DAN KEBUTUHAN INFORMASI

Ada beberapa macam pemakai laporan keuangan yang menggunakan laporan keuangan untuk memenuhi beberapa kebutuhan informasi yang berbeda. Diantaranya adalah :

A.1.1.1. Investor

Para investor berkepentingan terhadap resiko yang melekat dan hasil pengembangan dari investasi yang dilakukannya. Investor membutuhkan informasi untuk membantu menentukan apakah harus membeli, menahan, atau menjual investasi tersebut. Selain itu , mereka juga tertarik pada informasi yang memungkinkan melakukan penilaian terhadap kemampuan perusahaan dalam membayar deviden.

A.1.1.2. Kreditor (Pemberi Pinjaman)

Para kreditor tertarik dengan informasi keuangan yang memungkinkan mereka untuk memutuskan apakah pinjaman serta bunganya dapat dibayar pada saat jatuh tempo.

A.1.1.3. Pemasok dan Kreditor Usaha Lainnya

Pemasok dan kreditor usaha lainnya tertarik dengan informasi yang memungkinkan mereka untuk memutuskan apakah jumlah yang terhutang akan dibayar pada saat jatuh tempo.

A.1.1.4. Shareholder’s (para pemegang saham)

Pemegang saham berkepentingan dengan informasi mengenai kemajuan perusahaan, pembagian keuntungan yang akan diperoleh, dan penambahan modal untuk bussiness plan selanjutnya.

A.1.1.5. Pelanggan

Pelanggan berkepentingan dengan informasi yang berkaitan dengan kelangsungan hidup perusahaan, terutama jika terlibat dalam perjanjian jangka panjang.

A.1.1.6. Pemerintah

Pemerintah berkepentingan dengan alokasi sumber daya dan aktivitas perusahaan. Selain itu untuk mengatur aktivitas perusahaan, menetapkan kebijakan pajak dan sebagai dasar untuk menyusun statistik pendapatan nasional.

A.1.1.7. Karyawan

Karyawan memerlukan informasi mengenai stabilitas dan profitabilitas perusahaan, sehingga dengan informasi ini memungkinkan mereka melakukan penilaian atas kemampuan perusahaan dalam memberikan balas jasa, manfaat pensiun dan kesempatan kerja.

A.1.1.8. Masyarakat

Laporan keuangan dapat membantu masyarakat dengan menyediakan informasi kecenderungan (trend) dan perkembangan terakhir kemakmuran perusahaan serta rangakaian aktivitasnya.

B. TUJUAN LAPORAN KEUANGAN

Tujuan laporan keuangan adalah untuk menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan , kinerja, dan perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi.

Laporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi neraca (menggambarkan informasi posisi keuangan), laporan laba rugi (menggambarkan informasi kinerja), laporan perubahan posisi keuangan (yang dapat disajikan dalam berbagai cara), catatan catatan dan laporan lain serta materi penjelasan yang merupakan bagian integral dari laporan keuangan.

B.1.1. ASUMSI DASAR

B.1.1.1. Dasar Akrual

Pada dasar akrual pengaruh transaksi dan peristiwa lain diakui pada saat kejaidan (dan bukan pada saat kas atau setara kas diterima atau dibayar) dan dicatat dalam catatan akuntansi serta dilaporkan dalamn laporan keuangan pada periode yang bersangkutan.

B.1.1.2. Kelangsungan Usaha

Laporan keuangan biasanya disusn atas dasar asumsi kelangsungan usaha perusahaan, yang berarti perushaaan kan tetapo melanjutkan usahanya di amsa depan. Ini berarti bahwa perusahaan diasumsikan tidak bernaksud atau berkeinginan untuk melikuidasi atau mengurangi secara material skala usahanya.

B.1.1.3. KARAKTERISTIK KUALITATIF LAPORAN KEUANGAN

Ÿ Dapat Dipahami

Ÿ Relevan

Ÿ Keandalan

Ÿ Dapat Dibandingkan

B.1.2. UNSUR LAPORAN KEUANGAN

B.1.2.1. Unsur Posisi Keuangan

Ÿ Aktiva

Aktiva adalah sumber daya yang dikuyasai oleh perusahaan sebagai akibat dari peristiwa masa lalu dan diharapkan akan memberi manfaat ekonomi bagi perushaan di masa depan

Ÿ Kewajiban

Kewajiban merupakan hutang perusahaan masa kini yang timbul dari peristiwa masa lalu, yang penyelesaiannya diharapkan akan mengakibatkan arus keluar dari sumber daya perusahaan yang mengandung manfaat ekonomi

Ÿ Ekuitas

Ekuitas adalah hak residual (residual interest) atas aktiva perusahaan setelah dikurangi seluruh kewajiban (aktiva bersih).

B.1.2.2. Unsur Kinerja Keuangan

Ÿ Penghasilan (Income)

Penghasilan adalah kenaikan manfaat ekonomi selama suatu periode akuntansi dalam bentuk pemasukan atau penambahan aktiva atau penurunan kewajiban yang mengakibatkan kenaikan ekuitas yang tidak berasal dari kontribusi (setoran) penanam modal

Ÿ Beban (Expense)

Beban adalah penurunan manfaat ekonomi selama satu periode akuntansi dalam bentuk arus keluar atau berkurangnya aktiva atau terjadinya kewajiban yang mengakibatkan penurunan ekuitas yang tidak mneyangkut pembagian kepada penanam modal.

B.1.3. PENGAKUAN UNSUR LAPORAN KEUANGAN

B.1.3.1. Biaya Historis

Pada dasar pengukuran ini, aktiva dicatat sebesar pengeluaran kas (atau setara kas) yang dibayarkan atau sebesar nilai wajar dari imbalan yang diberikan untuk memperoleh aktiva tersebut pada saat perolehan. Sedangkan kewajiban dicatat sebesar jumlah yang diterima sebagai penukar kewajiban atau (dalam keadaan tertentu) dalam jumlah kas (atau setara kas) yang diharapkan akan dibayarkan untuk memenuhi kewajiban dalam pelaksanaan usaha normal.

B.1.3.2. Biaya Kini (Current Cost)

Pada dasar pengukuran ini , aktiva dinilai dalam jumlah kas (atau setara kas) yang seharusnya dibayar bila aktiva yang sama atau setara aktiva diperoleh sekarang. Sedangkan kewajiban dinyatakan dalam jumlah kas (atau setara kas) yang tidak didiskontokan yang mungkin akan diperlukan untuk menyelesaikan kewajiban sekarang.

B.1.3.3. Nilai Realisasi/Penyelesaian

Pada dasar pengukuran ini, aktiva dinyatakan dalam jumlah kas (atau setara kas) yang dapat diperoleh sekarang dengan menjual aktiva dalam pelepasan normal. Sedanglan kewajiban dinyatakan sebesar nilai penyelesaian, yaitu jumlah kas (atau setara kas) yang tidak didiskontokan yang diharapkan akan dibayarkan untuk memenuhi kewajiban dalam pelaksanaan usaha normal.

B.1.3.4. Nilai Sekarang (Present Value)

Pada dasar pengukuran ini, aktiva dinyatakan sebesar arus kas masuk bersih di masa depan yang didiskontokan ke nilai sekarang dari pos yang diharapkan dapat memberikan hasil dalam pelaksanaan usaha normal. Sedangkan kewajiban dinyatakan sebesar arus kas keluar bersih di masa depan yang didiskontokan ke nilai sekarang yang diharapkan akan diperlukan untuk menyelesaikan kewajiban dalam pelaksanaan usaha normal.

B.1.4. JENIS DAN BENTUK LAPORAN KEUANGAN

B.1.4.1. Jenis Laporan Keuangan

Ÿ Neraca

Neraca adalah laporan keuangan yang memberikan informasi mengenai posisi keuangan (aktiva, kewajiban, dan ekuitas) perusahaan pada saat tertentu. Neraca mempunyai tiga unsur laporan keuangan, yaitu :

Aktiva adalah sumber daya yang dikuasai perusahaan, yang terdiri dari :

Ÿ Aktiva Lancar, yaitu aktiva yang manfaat ekonominya diharapkan akan diperoleh dalam waktu satu tahun atau kurang (siklus operasi normal), misalnya kas, surat berharga, persediaan, piutang dan persekot biaya.

Ÿ Investasi Jangka Panjang, yaitu penanaman modal yang biasanya dilakukan dengan tujuan untuk memperoleh penghasilan tetap atau untuk menguasai perusahaan lain dan jangka waktunya lebih dari satu tahun, misalnya investasi saham, investasi obligasi.

Ÿ Aktiva Tetap, yaitu aktiva yang memiliki substansi (ujud) fisik, digunakan dalam operasi normal perusahaan dan memberikan manfaat ekonomi lebih dari satu tahun. Contohnya adalah gedung, tanah, kendaraan, mesin dan peralatan.

Ÿ Aktiva Yang Tidak Terwujud, yaitu aktiva yang tidak memiliki substansi fisik dan biasanya berupa hak istimewa yang memberikan manfaat ekonomi bagi perusahaan untuk jangka waktu lebih dari satu tahun. Misalnya patent, goodwill,royalty, copyright, franchise dan license.

Kewajiban yang merupakan utang perusahaan masa kini, yang terdiri dari :

Ÿ Kewajiban Lancar, yaitu kewajiban yang penyelesaiannya diharapkan akan mengakibatkan arus keluar dari sumber daya perusahaan (yang memiliki manfaat ekonomi) dalam jangka waktu satu tahun atau kurang termasuk dalam kategori kewajiban ini misalnya utang dagang, utang wesel, utang gaji dan upah, utang pajak, dan utang biaya.

Ÿ Kewajiban Jangka Panjang, yaitu kewajiban yang penyelesaiannya diharapkan akan mengakibatkan arus keluar dari sumber daya perusahaan (yang memiliki manfaat ekonomi) dalam jangka waktu lebih dari satu tahun. Misalnya utang obligasi, utang hipotik, utang bank atau kredit investasi.

Ÿ Kewajiban Lain-Lain, yaitu kewajiban yang tidak dapat dikategorikan ke dalam salah satu macam kewajiban di atas, misalnya utang pada direksi, utang pada pemegang saham.

Ekuitas, yaitu bagian hak pemilik dalam perusahan yang merupakan selisih antara aktiva dan kewajiban yang ada., ekuitas terdiri dari :

Ÿ Ekuitas yang berasal dari setoran para pemilik, misalnya modal saham (termasu agio saham bila ada)

Ÿ Ekuitas yang berasal dari hasil operasi, yaitu laba yang tidak dibagikan kepada para pemilik , misalnya deviden.

Ÿ Laporan Laba Rugi

Laporan laba rugi menggambarkan informasi mengenai potensi (kemampuan) perusahan dalam mengahsilkan laba selama periode tertentu (kinerja). Laporan laba rugi memiliki unsur :

Penghasilan (Income), ada dua macam penghasilan yaitu

Ÿ Pendapatan (revenues), yaitu penghasilan yang timbul dalam pelaksanaan aktivitas yang biasa dan yang dikenal dengan sebutan berbeda, seperti penjualan barang dagangan, penghasilan jasa (fee), pendapatan bunga, pendapatan deviden, royaltis dan sewa.

Ÿ Keuntungan (gains), yaitu pos lain yang memenuhi definisi penghasilan dan mungkin timbbul atau tidak timbul dalam pelaksanaan aktivitas perusahaan yang rutin misalnya pos yang timbul dalam pengalihan aktiva lancar, revaluasi sekuritas, kenaikan jumlah aktiva jangka panjang.

Beban (Expense), dapat terdiri dari :

Ÿ Beban yang timbul dalam pelaksanaan aktivitas perusahaan yang biasa (yang biasanya berbentuk arus kas keluar atau berkurangnya aktiva seperti kas persediaan, aktiva tetap), yang meliputi misalnya harga pokok penjualan, gaji dann upah, penyusutan.

Ÿ Kerugian, yang mencerminkan pos lain yang memenuhi definisi beban yang timbul atau tidak timbul dari aktivitas perusahaan yang jarang terjadi, seperti misalnya rugi karena bencana kebakaran , banjir atau pelepasan aktiva tidak lancar.

B.1.4.2. Bentuk Laporan Keuangan

Neraca, memiliki dua bentuk penyajian :

Ÿ Rekening (Skontro)

Pada bentuk ini unsur aktiva disajikan pada sisi kiri (debit), sedangkan unsur kewajiban dan ekuitas disajikan pada sisi kanan (kredit)

Ÿ Laporan (Stafel)

Pada bentuk ini baik aktiva maupun ekuitas disajikan secara urut dari atas ke bawah, yang dimulai dari aktiva , kewajiban dan terakhir ekuitas.

Laba Rugi, memiliki dua bentuk penyajian yaitu :

Ÿ Single Step

Pada bentuk ini semua penghasilan yang diperoleh dari berbagai kegiatan /aktivitas dikelompokkan menjadi satu kelompok yang disebut kelompok penghasilan, sedangkan untuk semua beban dikelaompokkan ke dalam satun kelompok yang disebut beban. Penghasilan bersih (laba) merupakan selisih antara kelompok penghasilan dan total kelompok beban.

Ÿ Multiple Step

Pada bentuk ini penghasilan bersih (laba) dihitung secara bertahap sesuai dengan aktivitas perusahaan. Dengan demikian , semua penghasilan dan beban disajikan sesuai dengan kegiatan/aktivitas , yaitu kegiatan usaha , di luar usaha dan luar biasa.

BAB III

TUJUAN, PROSEDUR, METODA, DAN TEKNIK ANALISIS LAPORAN KEUANGAN PENGERTIAN DAN TUJUAN ANALISIS LAPORAN KEUANGAN

C. Pengertian Analisis Laporan Keuangan

Leopold A. Bernstein, memberi definisi analisis laporan keuangan sebagai berikut :

“ Financial Statement Analysis is the judgemental process that aims to evaluate the current and past financial positions and result of operation of an enterprise, with primary objective of determining the best possible estimates and predictions about future conditions and performance”

Dengan kata lain definisi dari Analisis Laporan Keuangan adalah :

“ Merupakan suatu proses untuk membedah laporan keuangan ke dalam unsur-unsurnya , menelaah masing-masing unsur tersebut, dan menelaah hubungan diantara unsur-unsur tersebut , dengan tujuan untuk memperoleh pengertian dan pemahaman yang baik dan tepat atas laporan keuangan itu sendiri”

C.1.1. Tujuan Analisis

Analisis laporan keuangan mencakup pengaplikasian berbagai alat dan teknik analisis pada laporan dan data keuangan dalam rangka untuk memperoleh ukuran-ukuran dan hubungan-hubungan yang berarti dan berguna dalam proses pengambilan keputusan. Dengan demikian fungsi yang pertama dan yang utama dari analisis laporan keuangan adalah untuk mengkonversi data menjadi informasi.

Analisis Laporan Keuangan dilakukan untuk mencapai beberapa tujuan, diantaranya :

Ÿ Digunakan sebagai alat screening awal dalam memilih alternatif investasi atau merger.

Ÿ Sebagai alat forecasting mengenai kondisi dan kinerja keuangan di masa yang akan datang.

Ÿ Sebagai proses diagnosis terhadap masalah-masalah manajemen, operasi atau masalah lainnya.

Ÿ Sebagai alat evaluasi terhadap manajemen.

Dari semua tujuan tersebut, yang terpenting dari analisis laporan keuangan adalah tujuannya untuk mengurangi ketergantungan para pengambil keputusan pada dugaan murni, terkaan, dan intuisi. Selain itu juga untuk mengurangi dan mempersempit lingkup ketidakpastian yang tidak bisa dielakkan pada setiap proses pengambilan keputusan.

C.1.2. PROSEDUR, METODA DAN TEKNIK ANALISIS

C.1.2.1. Prosedur Analisis

Langkah-langkah yang harus ditempuh dalam menganalisis laporan keuangan :

Ÿ Memahami latar belakang data keuangan perusahaan

Mencakup pemahaman tentang bidang usaha yang diterjuni oleh perusahan dan kebijakan akuntansi yang dianut dan diterapkan oleh perusahan tersebut.

Ÿ Memahami kondisi-kondisi yang berpengaruh pada perusahaan

Mencakup informasi mengenai trend (kecenderungan) industri dimana perusahaan beroperasi, perubahan teknologi, perubahan selera konsumen, perubahan faktor-faktor ekonomi.

Ÿ Mempelajari dan mereview laporan keuangan

Tujuan dari mempelajari dan meriview laporan keuangan adalah untuk memastikan bahwa laporan keuangan telah cukup jelas mengambarkan data keuangan yang relevan dan sesuai dengan standar akuntansi keuangan yang berlaku.

Ÿ Menganalisis laporan keuangan

Setelah memahami profil perusahaan dan meriview laporan keuangan , maka dengan menggunakan berbagai metoda dan teknik analisis yang ada dapat menganalisis laporan keuangan dan menginterpretasikan hasil analisis tersebut.

C.1.2.2. Metoda dan Teknik Analisis

Secara umum metode analisis laporan keuangan dapat dibagi menjadi dua :

C.1.2.2.1. Metoda Analisis Horizontal (Dinamis)

Adalah metoda analisis yang dilakukan dengan cara membandingkan laporan keuangan untuk beberapa tahun (periode) , sehingga dapat diketahui perkembangan dan kecenderungannya. Analisis ini membandingkan pos yang sama untuk periode yang berbeda yang bergerak dari tahun ke tahun (periode).

Yang termasuk ke dalam analisis ini adalah teknik analisis perbandingan, analisis trend (index), analisis sumber dan penggunaan dana, analisis perubahan laba kotor

C.1.2.2.2. Metoda Analisis Vertikal (Statis)

Adalah metoda analisis yang dilakukan dengan cara menganalisis laporan keuangan pada tahun (periode) tertentu , yaitu dengan membandingkan antara pos yang satu dan pos lainnya pada laporan keuangan yang sama untuk tahun (periode) yang sama. Metoda ini membandingkan antara pos yang satu dengan pos lainnya pada laporan keuangan yang sama dan hanya membandingkan pos-pos laporan keuangan pada tahun (periode) yang sama. Teknik analisis yang termasuk pada metoda ini antara lain teknik analisis prosentase per-komponen (Common Size), analisis ratio, dan analisis impas.

Analisis Ratio merupakan teknik analsiis laporan keuangan yang paling banyak dipakai dalam praktek. Dalam menggunakan teknik analisis ratio, yang perlu ditekankan adalah kegunaan dari masing-masing angka ratio tersebut.

Agar diperoleh hasil yang optimal , maka analisis terhadap laporan keuangan harus mempunyai fokus yang jelas. Secara umum, yang berarti diharapkan dapat memenuhi kebutuhan umum para pemakai laporan keuangan harus difokuskan pada lima area analisis, yaitu untuk menilai likuditas, struktur modal, return on investment, pemanfaatan aktiva dan kinerja operasi.

Analisis terhadap laporan keuangan dengan menggunakan berbagai metoda dan teknik analisis teresebut , dan yang telah difokuskan pada area analisis yang jelas akan menghasilkan dua informasi penting, yaitu informasi mengenai kekuatan dan kelemahan yang dimiliki oleh perusahaan. Informasi yang diperoleh dari hasil analisis terhadap laporan keuangan suatu perusahaan tersebut akan menjadi bahan pertimbangan (masukan) bagi para pemakai laporan keuangan (intern maupun ekstern) dalam pengambilan keputusan ekonomi yang menyangkut perusahaan yang dianalisis

Reactions:

0 comments:

Post a Comment