Aug 15, 2010

Usaha Menginternetkan sebuah Mall: Mall Ambasador Jakarta


Usaha Menginternetkan sebuah Mall: Mall Ambasador Jakarta

Onno W. Purbo

Sejak awal Januari 2000 sebetulnya sebuah Mall di Jakarta yaitu Mall Ambassador telah tersambung ke Intenet pada kecepatan 2Mbps menggunakan teknologi Wireless Internet di 2.4GHz dan tersambung langsung ke ISP IPNet. Sejauh pengetahuan saya, barangkali pertama kali di Indonesia sebuah Mall di kaitkan ke Internet. Memang ada beberapa Mall lainnya yang tampaknya akan bersaing ketat dengan Mall Ambassador seperti Ratu Plaza, Gajah Mada Plaza di samping Mall lainnya akan berlomba mengintegrasikan internet ke dalam infrastruktur Mall-nya. Barangkali Mall Ambassador cukup beruntung karena di awalnya memiliki seorang Manager Building yang sangat kooperatif untuk dunia teknologi informasi.

Secara teknologi sebetulnya relatif sederhana & cukup standard yang dapat digambarkan pada gambar terlampir.  Teknologi-nya sebetulnya tidak berbeda jauh dengan teknologi intranet perkantoran atau perpanjangan dari teknologi warung internet (WARNET).

Dalam kasus Mall Ambassador, sambungan ke ISP IPNet dilakukan menggunakan teknologi Wireless Internet 2Mbps pada frekuensi 2.4GHz untuk akses lokal karena sulitnya memperoleh leased line dari Telkom untuk jaringan data berkecepatan tinggi pada jaringan lokal. Akses ke Internet dari ISP IPNet terbuka pada kecepatan 256Kbps cukup melegakan bagi semua pengakses ke Mall Ambasador.

Sebuah Web server Linux untuk mendukung promosi semua tenant di Mall tersebut di siapkan pada alamat http://www.ambasador-mall.com. Beberapa teman telah mengembangkan software Web mall yang amat sangat memudahkan bagi tenan untuk mempublikasikan produknya di Internet, konsekuensinya pengunjung / pengguna Internet dapat dengan mudah memperoleh informasi yang dibutuhkan tanpa perlu berjalan secara fisik ke Mall Ambassador. Proses pengerjaannya di pimpin oleh rekan Sarki Gunawan (masterdata@ambasador-mall.com) dari MASTERDATA yang merupakan bagian dari APKOM ACC (Asosiasi Pengusaha Komputer – Ambasador Computer Center).

Sebetulnya di samping penggunaan 2.4GHz antar gedung, beberapa teman terutama yang tergabung di Corexindo sedang ujicoba dan tampaknya cukup berhasil untuk mengganti sambungan komunikasi tanpa kabel tsb. Menggunakan pemancar cahaya infra merah. Mereka telah berhasil mengkaitkan beberapa buah gedung di Jakarta pada kecepatan 10Mbps tanpa kesulitan yang berarti. Selain kecepatannya yang bisa di upgrade ke 155Mbps, penggunaan komunikasi data menggunakan cahaya tidak perlu menggunakan ijin sama sekali karena memang frekuensi cahaya tidak di regulasi. Bukan mustahil komunikasi data kecepatan sangat tinggi menggunakan cahaya infra merah akan menjadi alternatif dari wavelan 2.4GHz.

Sambungan ke seluruh tenan di Mall Ambassador dilakukan melalui infrastruktur LAN Mall yang umumnya terdiri dari thick ethernet yang relatif konvensional. Dengan biaya instalasi sekitar Rp. 500.000-an / toko / tenan maka sambungan ke Internet yang beroperasi 24 jam ini bisa dilakukan. Pada akhirnya setiap toko cukup membayar sekitar Rp. 300-400-an ribu per bulan untuk akses Internet 24 jam pada kecepatan akses lokal 2Mbps. Artinya kurang dari Rp. 600 / jam. Sebuah biaya yang sangat murah di bandingkan dengan akses Internet dimanapun termasuk dari WARNET termurah di Indonesia pun.

Interaksi antara semua tenan Mall Ambassador dengan pengunjung & masyarakat dapat dilakukan melalui e-mail Internet yang juga terpasang di Mall tersebut. Bisa di bayangkan para pedagang / tenan Mall di waktu senggang-nya akan terus berkomunikasi dengan para pelanggannya, bahkan ada kecenderungan untuk membuka pasar lebih lebar ke pasar-pasar lain yang tadinya tidak pernah terpikirkan oleh managemen mall, misalnya menembus pasar global. Konsekuensi lain yang mungkin harus di tanggung Mall adalah adanya kecenderungan sebagian pengunjung akan hadir secara virtual dan sedikit mengurangi jumlah pengunjung secara fisik. Memang dengan mekanisme tersebut tidak semua jenis usaha menjadi di untungkan, usaha restoran misalnya akan menderita akibatnya. Akan tetapi untuk usaha yang bisa memperluas layanan jasanya seperti toko komputer, training center, dll akan banyak di untungkan dengan layanan tambahan yang sifatnya jasa tersebut.

Untuk menjamin keamanan tentunya seluruh fasilitas akses pengguna / tenan di letakan di belakang firewall. Fasilitas tersebut dapat saja di kembangkan ke apartemen Ambassador yang berada di atas Mall Ambassador. Konsep yang sama bisa terus berkembang ke gedung / rumah-rumah yang ada di sekitar Mall dengan konsep Home Phone Network Alliance (HPNA) yang sudah di implementasikan untuk membangun RT/RW-net di Bogor yang sudah operasional di pertengahan bulan Februari 2001 ini.


Reactions:

0 comments:

Post a Comment