Nov 10, 2009

CINTAKU Free NarkobA

CINTAKU Free NarkobA

Seperti biasa Putri, Della, dan Melia sholat berjamaah bersama-sama di masjid dekat rumah mereka. Tetapi kali ini Putri tidak berangkat bersama sama mereka. Putri meminta mereka berangkat terlebih dahulu, nanti Putri akan menyusulnya. Hal itu dilakukan karena Putri habis lomba basket antar SMA. Jadi butuh istirahat dan mandi supaya tidak gerah. Putri sudah siap dengan mukenanya dan hendak berangkat ke masjid. Memang adzan dan iqomah sholat maghrib sudah berkumandang sejak tadi. Tapi apa boleh buat Putri sudah berjanji. Dengan tergesa gesa Putri meninggalkan rumahnya lalu menyebrang jalan. Tapi Tuhan berkata lain, ada seseorang yang mengemudikan motornya dengan teramat sangat kencang. Putri yang tergesa gesa tidak menengok kanan dan kiri tertabrak oleh motor tersebut. Putri berteriak ketakutan.

“Aaaaaa...............”, tak lama kemudian Putri pun pingsan.

Sudah dua jam Putri pingsan. Orang orang cemas dengan keadaannya, terlebih lagi ibunya, tadi ibunya sempat pingsan beberapa menit. Kata mantri yang memeriksa Putri, Putri tidak apa apa, Putri cuma shock akibat kejadian itu.

“Eng ....eng.....aku dimana ?kamu siapa?”,tanya Putri ketika siuman.Ada sesosok laki laki berada disamping Putri dan menatapnya dengan cemas.

“Kamu sekarang ada di rumahmu. Dan aku Nicky orang yang telah menabrakmu”,jawab laki laki yang mengaku bernama Nicky ini.

Sejenak Putri mengingat ingat kejadian apa yang telah menimpanya sebelum pingsan

“Oh......”

“Tolong maafin aku ya!tadi aku emang salah ngebut ngebutan di tengah jalan. Tadi aku ngebut itu karena penyakit asma adiku kumat.Makanya aku panik.Sekali lagi aku minta maaf .”

“Udah gak papa,aku juga salah, tadi aku nyebrang gak lihat kanan kiri.Oh ya kenalin aku Putri.”, Putri mengulurkan tangan kanannya, Nicky menerimanya dengan baik.

Topik demi topik bergulir manis dari mulut mereka berdua. Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 21.30 WIB.Percakapan pun disudahi.

“Udah jam setengah sepuluh nih udah malem aku pamit dulu ya.”,Nicky berniat menyudahi percakapan antara dirinya dengan Putri.

“Oh ya udah gak papa.”

“Ibu sama bapakmu mana?, tanya Nicky.

“Paling lagi nonton tv.”, jawab Putri sambil menunjuk sebuah kamar.

Setelah berpamitan, Nicky pun pergi, masih dengan motornya. Yang beda kali ini ia tidak ngebut lagi.

Sejak pertemuan Putri dengan Nicky tempo hari, entah disengaja, tidak disengaja atau malah takdir. Sering kali Putri dan Nicky bertemu, berpapasan, ber-sms ria, itu semua membuat hubungan Putri dan Nicky semakin akrab. Bahkan ada kabar angin yang mengatakan bahwa Nicky itu naksir sama Putri. Dan ternyata itu benar,disuatu malam yang indah. Nicky mengajak Putri pergi ke restourant.

“Aku mau ngomong sesuatu?!”

“Ngomong aja lagi.

“Sebenernya udah lama perasaan ini bersemayam dalam hatiku.”Nicky mengambil nafas dalam dalam.

Jantung Putri berdetak cepat.

“Sejak pertama kali kita bertemu,rasanya ada perasan aneh menyelimuti hatiku.Singkatnya aku jatuh cinta kepadamu tuan Putri. ”Nicky jongkok lalu memegang tangan Putri.Putri yang tidak siap dipegang tangannya hanya bisa bengong.

“Bolehkah aku menjadi cowokmu?” tanya Nicky dengan mata berbinar hati berharap dan jantung berdetak kencang. Sekali lagi Putri terbengong bengong, lama Putri baru bisa menguasai dirinya sendiri.

Sebelum mengatakan sesuatu Putri menarik nafas dalam-dalam,mengeluarkan kekuatan terpendam.

“Sebenarnya aku mau jujur padamu.” menarik nafas lagi “Aku juga jatuh cinta padamu.” menarik nafas lagi “ jadi aku ijinkan kau jadi cowokku.”

Jadilah malam itu malam yang spesial untuk mereka.Malam dimana mereka resmi menjadi sepasang kekasih.

Hari demi hari berganti, minggu demi minggu berganti, bulan demi bulan berganti. Serasa dunia milik berdua bagi Putri dan Nicky yang dilanda asmara. Tapi hubungan mereka tak selama yang dibayangkan. Tiga minggu akhir ini Putri jarang bertemu Nicky, disms-in tidak pernah dijawab, ditelpon-in tidak pernah diangkat, dihampiri disekoloh katanya tidak masuk. Mau dihampiri ke rumahnya gak tau rumahnya dimana. Pertanyaan demi pertanyaan yang terngiang di kepala Putri terjawab sudah.

Kemarin malam pada saat Putri menonton berita di sebuah stasiun televisi. Putri melihat gambar Nicky terpampang di TV. Dalam berita tersebut Nicky ditangkap sebagai “Tersangka kasus pengedaran NARKOBA”. Sudah satu bulan Nicky buron. Nicky tertangkap di markasnya ketika berpesta narkoba. Sekarang kasusnya disidang, Putri sungguh shock mendengar kabar itu sampai sekarang Putri mengurung diri dikamarnya,tidak mau makan, tidak mau sekolah, tubuhnya jadi kurus kering tak berisi.

“Kenapa kamu tega bohongi aku ?!! “ kenapa aku bisa jatuh cinta ama pengedar narkoba macam kamu ?!! mungkin lebih baik dulu aku tidak bertemu denganmu !! pasti aku takkan sesedih ini !! aku benci !! aku benci kamu Nicky !!!!!” Putri melontarkan semua kekesalannya, kebenciannya, kebodohanya dan kemarahanya, semuanya meluncur lancar dari bibir mungilnya.

“Aku benci kamu tapi dilain pihak aku cinta kamu ! Mana yang harus aku pilih antara benci dan cinta ?!! “

Lama Putri merenungkan apa yang akan dia lakukan selanjutnya, sampai dia memutuskan.

Sidang kedua Nicky akan segera diadakan. Pada saat sidang pertama lalu Nicky sudah ditetapkan sebagai tersangka dan pada sidang kali ini akan ditetapkan berapa tahun penjara hukuman yang akan ia dapatkan.Sebelum sidangnya dimulai, Putri menyempatkan diri menjenguknya.

“Nicky ... jujur saja sebenarnya kamu cinta aku gak sih ?!”,tanya Putri to the point.

Jujur saja awal kita pacaran aku hanya bermaksud mempermainkanmu saja. “, Nicky tak sanggup menatap mata Putri. Putri mencoba menahan amarahnya jangan sampai meledak. ”Maafkan aku Putri.kenyataan memang pahit tapi itu benar dan kau harus tau supaya kau tak menyesal nantinya. Inilah kenyataanya apa yang terjadi semuanya benar adanya.”

“Aku tau! aku sadar! Kau tak pernah mencintaiku bukan ? “

Putri bangkit dari kursi bermaksud pergi menenangkan diri dan agar supaya tidak menangis disini didepan Nicky. Tapi Nicky mencegah Putri pergi. Ia mencengkram lengan Putri kuat, sehingga membuat Putri mengerang kesakitan. Sadar dengan apa yang dibuatnya Nicky segera melepaskan cengkramannya. Putri duduk dan Nicky pun ikut duduk.

Nicky mengambil nafas dalam sebanyak ia bisa dan menatap mata Putri lurus dan dalam sampai ke dasar hatinya.

“ Kau beda Putri. Kau beda dengan cewek-cewekku sebelumnya, dan kau beda karena kau bisa membuatku jatuh cinta padamu. Ini bukan rayuan gombal seperti biasa yang aku katakan pada cewek-cewek lain. Aku sungguh sungguh mencintaimu. Kalau kau butuh bukti akan kutunjukan padamu sekarang juga ! Kata Nicky mantap dan sungguh-sungguh.

Kembali Nicky menak nafas dalam.

Aku hanya ingin kau tau dan mau memaafkanku. Maafkan aku Putri jika aku telah menyakitimu. Jika kau mau kita putus aku rela asal kau bahagia maka aku pun turut berbahagia untukmu. Kusarankan kau ....” belum selesai Nicky berbicara Putri sudah memotongnya.

“Sssttt....” Putri meletakan telunjuknya didepan bibir Nicky.”Aku hanya butuh pengakuamu...” Putri mengambil nafas dalam. ”Aku akan setia menunggumu sampai kau terbebas dari penjara’

“Jangan ...!!!” larang Nicky,” Kau takkan bahagia denganku carilah cowok lain yang jauh lebih baik daripada aku!”

“Tidak aku sudah memutuskan !”, kata Putri mantap.

Hening sesaat.

“Aku hanya meminta satu hal darimu !” Pinta Putri.

“Apa itu ?”

“Berhentilah jadi pengedar dan pemakai narkoba !”

“Aku bersedia....tapi kau harus membantuku !”

“Aku akan selalu ada untukmu !”, kata Putri mantap.

“Begitu pula aku !”, kata Nicky yakin.

Siang yang indah, dua insan yang bersatu padu denga janji dan saling setia. Awan dan langit biru di langit menjadi saksi cinta mereka. Bunga bunga bertaburan dihati mereka tak peduli esok adalah hari yang kelam mereka akan terus maju menyongsong kebahagiaan di hari nanti.

Sepuluh tahun kemudian.

Sekarang Putri dan Nicky hidup bahagia bersama sama sebagai suami istri dalam keluarga yang berbahagia. Perkawinan itu membuahkan dua orang anak ytang sangat mengemaskan. Nicky pun sudah terbebas dari yang namanya “NARKOBA

TAMAT

KARYA : Nur Salamah

Reactions:

0 comments:

Post a Comment