Aug 29, 2009

KISAH KISAH ORANG SUKSES TANPA GELAR

STEVE GEPPI :SUKSES TUKANG POS

Banyak anak yang "gila" komik di dunia ini. Kesenangan anak terhadap komik melintasi batas negara, ras, dan agama. Namun tak banyak anak yang kemudian berhasil mengembangkan kecintaan terhadap komik menjadi sebuah usaha yang menghasilkan keka- yaan berlimpah ruah. Steve Geppi adalah salah satu untuk saya bahkan satu-satunya jutawan Amerika yang membangun kerajaan bisnis d.alam bidang distribusi komik.

Steve bukanlah orang yang luar biasa. la bukan putra mahkota konglomerat, bukan anak jenius yang selalu lulus cum laude seperti Habibie, bukan ahli waris kerajaan, dan bukan pula anak senator ternama di negeri impian itu. Pekerjaan pertamanya adalah tukang sortir buku-buku komik di belakang sebuah toko minuman keras. Waktu itu usianya masih 9 tahun. Pada usia 10

Steve bekerja mengurusi pengembalian pajak bagi tetangganya. Ayahnya tak memiliki pekerjaan yang jelas. Dan pada usia 13 tahun ia drop out dari sekolah. Selama satu tahun ia bekerja sebagai pengawas anak-anak yang membolos sekolah. Steve menikah pada usia belia, 19 tahun. Saat itu ia memerlukan pekerjaan tetap untuk memberi nafkah pada keluarganya. Ia mengikuti test masuk sebagai mailman (tukang pos) dan mendapatkan bayaran kurang lebih Rp6.000 per jam. la bekerja dari pukul 6 pagi hingga pukul 14.30 siang hari, mengantarkan surat-surat. Terkadang ia bekerja lembur menggantikan petugas yang absen. Dalam lima tahun gajinya naik lima kali lipat, menjadi sekitar Rp 15.0000 per jam.

Tahun 1972, Steve mendapat ide bisnis secara tak sengaja. Waktu itu ia melihat seorang keponakannya sedang membaca komik Batman. Sudah lama ia tak menyentuh komik. Namun Georgie Kues, sang keponakan itu membangkitkan kembali kecintaannya pada komik. la menyadari bahwa pasti ada orang dewasa yang merasakan hal serupa bila melihat komik kesukaan mereka di waktu kecil.

Steve lalu membeli sekeranjang komik bekas dari seorang wanita dalam perjalanannya meng- antar surat-surat. Kemudian ia menghabiskan akhir pekannya untuk menyaksikan pameran komik, membeli dan menjualnya kembali kepada penggemar lainnya. Tahun 1974, usianya sekitar 26 tahun, Steve memutuskan untuk berhenti sebagai tukang pos dan membuka toko komik. Rekan-rekannya menertawakan keinginan Steve dan mengatakan bahwa ia pasti kembali setelah dua bulan. Tapi mereka tidak pernah melihat Steve mengantar surat lagi sejak saat itu.

Toko pertama yang diberinya nama Geppi's Comic World, digelar di basement sebuah toko reparasi televisi. Dan para pelanggannya kemudian menyarankan agar harga komik lama tidak di jual murah, sebab orang yang mencari komik tua tidak akan mempersoalkan masalah harga komik yang diinginkannya. Tak ada yang. menyangka bahwa saran sederhana itu kelak-akan membuat Steve menangguk keuntungan besar.

Steve kemudian mengadakan perjalanan panjang mengumpulkan komik bekas dan menyusunnya dalam berbagai kategori. la menginvestasikan uang sekitar Rp6.000.000 untuk mengumpulkan komik dan ditemani mobil van merek Ford ia melakukan perjalanan menelusuri jalan-jalan di Pensylvania. Tanpa menyadari sepenuhnya apa yang dilakukannya waktu itu, Steve sebenarnya menjadi salah satu perintis bisnis komik eceran di Maryland. Industri komik masih terhitung baru waktu itu.Tahun 1982, Steve telah memiliki 4 toko komik, termasuk toko komik di daerah turis, Harborplace, Baltimore. Tak lama setelah itu ia mendirikan jaringan distributor komik, Diamond Comic Distributors. Setiap tahun pertumbuhan Diamond sekitar 40%. Pada waktu yang hampir bersamaan, ia merekrut orang-orang profesional untuk mengontrol bisnisnya.

Dewasa ini Diamond memiliki 27 gudang di Amerika, Kanada, dan Inggris, dan mempekerjakan 900-an karyawan. Steve menggunakan kecanggihan teknologi informasi untuk memudahkan pelanggannya melakukan pemesanan ulang secara cepat dan memiliki jaringan distribusi seperti bisnis makanan eceran dengan segala mata rantai bisnisnya.

Di Amerika, melalui Diamond Steve menguasai 45% pangsa pasar dalam bisnis komik eceran. Tahun 1987 total penjualannya baru mencapai sekitar Rp38 milyar, dan melonjak menjadi Rp280 milyar pada tahun 1992. Tahun berikutnya total penjualan mencatat angka tak kurang dari Rp450 milyar, dan tahun 1994 me- lewati angka Rp500 milyar. (Semua angka dalam tulisan ini dihitung dengan asumsi nilai tukar Rp2.500 per US dolar).

Steve Geppi adalah contoh bagaimana sebuah mimpi yang tak terlalu jelas pada awalnya, ke- mudian menjadi kenyataan. la menjadi rnilyarder tanpa modal besar dan tanpa pendidikan yang berarti. Menurut orang-orang dekatnya, kunci keberhasilan Mr. Geppi adalah visi bisnis yang luar biasa, keberanian mengambil risiko, dan keteram- pilan untuk menarik minat dan simpati setiap orang yang ditemuinya. Disamping itu bisa di- simpulkan juga bahwa Mr. Geppi adalah seorang yang sangat memperhatikan masukan dari pe- langgannya, rendah hati, mau belajar, dan tidak pernah merasa terlambat untuk mulai melakukan sesuatu. Saat ini Mr. Geppi tidak lagi menge"ndarai mobil Fordnya yang tua. la mengendarai sedan Lexus, mobil paling mewah yang diproduksi Toyota Motor Corporation. Dalam sejarah Amerika, ia adalah satu-satunya tukang pos yang berhasil menjadi milyarder.

Indonesia memiliki puluhan juta anak. Sebuah pasar yang luar biasa potensial. Dan anak-anak itu akan lebih bahagia bila ada "Geppi-Geppi" Indonesia yang memastikan mereka selalu mendapatkan komik yang mereka inginkan. Belum termasuk para orangtua yang juga memiliki komik-komik favorit yang jika dimungkinkan ingin mereka koleksi untuk mengenang masa-masa bahagia waktu kecil. Apakah Anda berminat untuk melayani kebu- tuhan ini?

Reactions:

0 comments:

Post a Comment