Sep 11, 2010

Penghasilan dan Faktor Pendukungnya

Bila pada saat ini Anda bekerja, apakah Anda sering merasa tidak puas dengan penghasilan yang Anda dapatkan? Padahal, Anda merasa sudah berbuat banyak di pekerjaan Anda. Pertanyaannya sekarang, layakkah bila Anda merasa tidak puas?
Dua orang manajer yang bekerja di lain perusahaan tetapi sama pekerjaannya, bisa saja memiliki penghasilan yang berbeda. Kadang, ini memicu rasa ketidakpuasan dari manajer yang berpenghasilan lebih kecil. Akibatnya jelas, mutu pekerjaan mungkin jadi merosot.
Dan jangan lupa, penghasilan yang Anda dapatkan pada dasarnya akan mempengaruhi Standar Hidup Anda.
Apa sebetulnya hal-hal yang mempengaruhi besar kecilnya penghasilan yang diterima seseorang? Sebetulnya ada beberapa. Namun demikian, hal tersebut biasanya berkaitan langsung dengan pendidikan yang pernah ditempuh, pekerjaan yang dia jalani, berapa umurnya pada saat ini, berapa besar hartanya, dan bahkan dimana tempat tinggalnya.
Pendidikan
Statistik menunjukkan, orang yang menempuh pendidikan lebih tinggi cenderung menghasilkan lebih banyak uang daripada mereka yang tidak. Ini seringkali ‘membutakan’ mata masyarakat yang akhirnya cenderung menganggap bahwa seseorang tidak akan mendapatkan penghasilan tinggi sebelum mereka menempuh pendidikan setinggi-tingginya. Ini tentu saja merupakan mitos yang salah. Yang benar adalah pendidikan yang tinggi bisa membantu seseorang untuk mendapatkan penghasilan yang lebih besar, meski hal itu bukan satu-satunya jaminan. Kita banyak melihat para wiraswastawan yang tidak lulus pendidikan tinggi bisa mendapatkan penghasilan yang besar. Namun demikian, kebanyakan dari mereka yang memiliki pendidikan tinggi biasanya berpenghasilan lebih besar.
Pekerjaan
Penghasilan seseorang juga berkait erat dengan pekerjaan yang dia lakukan. Disinilah kita mengenal istilah white collar worker dengan blue collar worker. Pekerja kerah putih (mereka yang lebih banyak menggunakan pikirannya dalam bekerja) biasanya menghasilkan lebih banyak uang daripada mereka yang berkerah biru (mereka yang lebih banyak menggunakan tenaganya).
Umur
Penghasilan seseorang juga berkait erat dengan umurnya. Mereka yang masih berumur 25 tahun ke bawah cenderung berpenghasilan lebih rendah daripada mereka yang sudah berumur di atas 25 tahun, bahkan di atas 35 tahun. Semakin tua umur seseorang, biasanya penghasilannya akan menjadi lebih tinggi. Ini masuk akal mengingat pengalaman seseorang dalam satu bidang, apabila ditekuni dari tahun ke tahun akan membuat pengalamannya bertambah, sehingga penghasilannya juga akan semakin bertambah.
Harta
Penghasilan seseorang pada dasarnya didapat dari upah dan juga hasil investasi. Upah terdiri atas honor dan gaji, yang didapat seseorang karena jasa atau pekerjaan yang dia lakukan. Tetapi penghasilan yang kedua, adalah penghasilan yang didapat dari hasil investasi. Misal, seseorang memiliki harta berupa uang tunai Rp 100 juta. Bila uang ini diinvestasikan, akan memberikan penghasilan bunga yang rutin setiap bulannya. Semakin besar harta yang dia miliki, semakin besar pula penghasilan bunganya atau hasil investasinya. Begitu juga bila seseorang memiliki rumah, dia bisa menyewakannya kepada pihak lain, orang tersebut akan mendapatkan hasil sewa. Jadi, semakin besar harta Anda, biasanya akan semakin besar pula penghasilan yang Anda terima. Selanjutnya penghasilan tersebut bisa Anda gunakan untuk memperbesar harta Anda, yang pada akhirnya bisa digunakan untuk mendapatkan penghasilan yang lebih besar. Begitu seterusnya.
Tempat Tinggal
Tempat tinggal juga berpengaruh pada penghasilan seseorang. Dua orang manajer yang sama, misalnya, baik umur maupun jenis pekerjaannya, bisa saja berbeda penghasilannya bila mereka tinggal di dua kota yang berbeda.
Faktor-faktor Lain
Selain faktor-faktor diatas, ada juga variabel lain yang biasanya mempengaruhi penghasilan yang didapatkan seseorang seperti keberuntungan, bakat, kerja keras, koneksi, dan diskriminasi.
1. Keberuntungan
Berada pada tempat dan waktu yang tepat kadang juga mempengaruhi penghasilan dari dua orang yang berkemampuan sama. Bisa saja penghasilan yang Anda dapatkan lebih tinggi bila perusahaan Anda memang sedang membutuhkan Anda sebagai karyawan. Tetapi, hal yang berbeda bisa terjadi bila kondisi perekonomian negara sedang jatuh, dan perusahaan Anda sedang kekurangan order sehingga tidak bisa memberikan gaji tinggi kepada karyawannya.
2. Bakat
Pada beberapa profesi, bakat juga berpengaruh besar. Seorang teman saya yang arsitek mengakui bahwa bakat juga berpengaruh pada profesinya tersebut, karena bisa jadi mutu kerjanya juga berbeda.
3. Kerja Keras
Beberapa orang ada yang tidak mau ngoyo dalam bekerja, tapi beberapa yang lain justru bekerja lebih keras. Mereka berusaha sebaik-baiknya untuk mengerjakan tugas yang diberikan. Harapannya jelas, yaitu mendapatkan kenaikan jabatan dan otomatis mendapatkan kenaikan gaji. Termasuk yang manakah Anda?
4. Koneksi
Kadang-kadang, koneksi juga berperan dalam penghasilan seseorang. Bisa jadi, karena Anda punya koneksi yang bekerja sebagai kepala divisi SDM/Personalia (yang mengurusi penerimaan pegawai), atau yang bekerja sebagai kepala divisi keuangan (yang mengurusi pembagian gaji) di sebuah perusahaan, maka hal itu bisa saja mempengaruhi jumlah penghasilan yang Anda terima.
5. Diskriminasi
Diskriminasi sering juga mempengaruhi penghasilan seseorang. Di Indonesia, diskriminasi ini sering dilakukan terutama berkaitan dengan masalah jenis kelamin dan SARA. Dua orang yang berkemampuan sama, tetapi berjenis kelamin berbeda, bisa jadi mempengaruhi besarnya penghasilan. Begitu juga bila ada dua orang yang berkemampuan sama tetapi berasal dari dua suku yang berbeda, kadang-kadang juga akan mempengaruhi penghasilan yang didapat.

Reactions:

0 comments:

Post a Comment